Kehilangan Untuk Kenyataan Yang Indah

Kata – kata itu yang sering ada di benak ku saat ini . Aku yang harus rela meninggalkan kenyamanan ku belasan tahun itu . Aku adalah ibu rumah tangga yang baru saja melahirkan putra pertamaku 2,5 bulan lalu .

Awal karirku di Bali, yang mana waktu itu ada praktek kerja lapangan darisalah satu Universitas Pariwisata di Jakarta.Aku jatuh cinta dengan pulau dewata ketika aku berada disana.Kemana mana dekat sampai aku nekat belajar naik motor dan satu hari pun aku langsung bisa.Bukan hanya itu aku juga tertarik dengan kehidupan yang ada disana, orang – orang nya terutama bahkan aku merasa duniaku luaskarena banyak berteman dengan orang asing.Hehehe padahal waktu itu aku sangat ketakutan bertemu dengan orang asing karena aku tidak percaya diri untuk ngobrol dengan mereka.

Jadi waktu aku praktek kerja lapangan atau training di Bali aku harus berhadapan dengan tamu asing, kebayang kalau mereka lagi bicara keringet dingin langsung dan tidak jarang aku sering ngumpet di balik meja kalau ada tamu asing dan sering minta bantuan senior.

Alhasil aku di jutekin dengan salah satu senior karena kelakuan ku. Hari demi hari aku jalanin sampai 6 bulan lama nya dan akhir nya aku terbiasa dan percaya diri kalau harus bertemu orang asing, karena mereka cukup mengerti kalau kita baru belajar atau bahasa kita kurang sempurna.Kehidupan malam disana adalah salah satu daya tarik. Waktu itu hampir tiap malam saya dan teman teman saya menikmatinya. Karena saya merasa dunia malam disana itu bukan sebagai ajang mabuk mabuk an atau mencari gebetan tetapi peluang untuk membangun networking.

Setelah 6 bulan aku harus pulang ke Jakarta untuk menyelesaikan kuliah dan skripsi ku.Setiap hari aku merindukan pulau Bali sehingga aku terpacu untuk menyelesaikan skripsi ku dengan cepat. Tapi aku bertanya dalam hati “ apa ia aku mau berkarir disana?” Lalu dengan siapa aku dsana saudara pun tak ada.Lalu aku iseng mencoba menghubungi teman temanku disana dan menanyakan kira kira ada tidak kerjaan untuk ku yang pada saat itu sedang menunggu wisuda ku.Lalu ada salah satu teman yang memberi informasi bahwa ada kerjaan di Bali sebagai marketing , aku dengan girang nya langsung bilang ia ok aku mau padahal belum mendapat ijin dari orang tua dan belum lagi harus pindah barang2 dari kost karena waktu itu saya nge kost deket kampus. Saking semangat nya saya langsung mindahin barang barang saya dari kost kerumah dan beres waktu itu juga.Lalu aku juga mendapat ijin dari orang tua ku karena dengan segala cara aku meyakinkan mereka. Tiba tiba temenku yang di bali itu menelfon dan memberi kabar kalo ternyata tawaran untuk menjadi marketing itu tidak jadi alias sudah diisi orang.Bisa dibayangkan betapa sedih dan kecewa nya aku waktu itu sampe sampe menangis sehari semalam seperti orang putus cinta.Tapi Allah ga tidur dia mendengar doa doa ku dan akhir nya jadi juga aku terbang ke Bali tetapi status nya masih wawancara dengan persyaratan kalau sampai seminggu ga ada hasil aku harus pulang ke jakarta begitu janji ku dengan ibu ku.Alhamdulillah 5 hari aku dsana aku diterima kerja sebagai public relation tapi kerjaan nya juga seperti waitress restaurant, agak agak gak nyambung tetapi aku yakin aja kalau itu adalah batu loncatan untuk karirku disana.Berbagai macam jenis kerjaan aku coba mulai dari waitress , marketing, manager bahkan menjadi owner untuk usaha kecilku yang dibilang lumayan juga yaitu laundry.Karena disana banyak peluangyang sayang kalo di lewati . Usaha yang awalnya 1 orang karyawan dan sampe bisa 8 orang karyawan selama 7 tahun dan akhir nya aku merelakan untuk menutup usaha dan kembali ke jakarta setelah 13 tahun di Bali untuk berkarir di Jakarta bahkan suami pun harus meninggalkan pekerjaan nya di Bali untuk tinggal di Jakarta. Pasti pada bertanya tanya , sudah enak enak di bali ngapain ke Jakarta? Jawaban nya adalah karena waktu aku ke Jakarta ternyata aku hamil , hamil kedua anak pertamakarena aku sempat mengalami kegagalan hamil yang pertama . Aku mengalami keguguran pada usia kandungan 3 bulan karena kecapean dan dokter bilang untuk kehamilan berikut nya sekitar 6 bulan lagi baru siap untuk bisa punya anak dan harus benar benar di jaga dan tidak boleh kecapeanjika ingin hamil lagi. Dan setelah satu tahun dari keguguran itu aku mendapat rezeki dari Allah kalau aku hamil lagi dan itu ketahuan nya pas aku berkunjung ke Jakarta dan usia kandungan sudah 2 bulan . Tentunya kaget dan bahagia berarti aku benar benar harus menjaga kandungan ini dan meninggalkan aktivitas ku yang ada di Bali . Wow pilihan yang berat karena aju merintis segala nya dari awal di Bali tetapi di satu sisi aku tidak bisa terbang kembali ke bali karena dapat membahayakan kondisi janin saya. Ini rahasia Allah yang kita tidak tau dan kita harus merelakan nya karena kita kehilangan yang selama ini kita perjuangkan dan rintis dari awal , tetapi Allah menggantikan nya dengan anugerah nya yang melengkapi kebahagiaan rumah tanggaku.Aku yakin uang dan karier bisa di cari asal kita mau berusaha , tetapi untuk urusan kesehatan dan nyawa itu yang harus tetap di jaga dan dirawat . Pasti Allah juga nanti akan menunjukan jalan Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s